Hallo, 31 Januari 2021!
Tidak terasa yaa, aku sudah melalui 31 hari pertamaku di tahun 2021. Sebelumnya, aku ucapkan terima kasih karena aku telah diberikan kesempatan untuk menikmati hidupku ini. Belum banyak hal yang kulalui, tetapi kuakui bahwa 31 hari-hariku meninggalkan jejak bersarat makna.
Sebetulnya, project menulisku dalam 30haribercerita semestinya sudah dirampungkan, tetapi karena sebab dan lain hal, aku memilih untuk menikmati tulisanku perlahan demi perlahan. Yaah, walaupun terbesit iri dalam hati, "Banyak juga yang telah menyelesaikan 30haribercerita-nya, yaa..Kok aku lambat banget sih nyelesainnya?". Hehehe, begitulah manusia takkan ada habisnya memikirkan pencapaian orang lain.
Banyak, tawa canda dan juga duka yang kurasakan.
Di awal tahun kusempatkan bersilaturahim mudik menemui kedua orang tuaku dan adikku. Sayangnya, aku tak sempat berjumpa dengan teman-temanku mengingat saat ini masih suasana pandemi COVID-19. Betapa bersyukurnya aku masih bisa menemui keluargaku.
Ku buka lembar awal tahunku dengan amunisi buku baruku. Yup, tidak lain dan tidak bukan ialah buku dari penulis favoritku, Kurniawan Gunadi, berjudul Bising. Selain itu aku juga membeli buku baru berjudul Menenangkan Diri dari Jundi Imam Syuhada. Pokoknya, aku harus perbanyak kembali membaca buku!
Tak hanya itu, bermula dari feed Instagram-pun aku akhirnya tergugah kembali untuk menulis. Sejujurnya, terkadang ideku saat menulis tak terbendung tetapi ada suatu masa saatnya aku mengalami kebuntuan. Ingin konsisten setiap hari menulis, ada saja hambatannya. Kupikir bila tak sekarang, lalu kapan lagi? Daripada aku tidak menulis sama sekali... Dengan menulis dan membaca postingan Instagram dari akun @30haribercerita, rasanya dapat memantik semangatku dan menjadi pengingatku bahwa menulis tak sekedar menulis, tetapi mengolah untaian kata dari jiwa menjadi pesan penuh makna seperti memainkan alat musik, bila melodinya berirama, tentu akan berkesan bagi pendengarnya, bukan?
Duka pun aku rasakan karena belum lama Indonesia kembali berduka dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 setelah 4 menit lepas landas. Aku semakin ketar-ketir karena pesawat menjadi moda transportasiku untuk melepas rindu berjumpa dengan keluargaku. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan dan para penumpang diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Ada juga kejadian penuh kejutan lagi. Hari minggu ku mendadak dikejutkan dengan kabar bahwa aku terdaftar sebagai peserta Diklat Bendahara Pengeluaran. Haha, bukan main pusingnya, Memang sih, aku pernah terpikir, "Hal apa yaa, yang kira-kira menantang tetapi masih bisa kulakukan?" Oh, ternyata ini jawabannya, Diklat yang berbarengan dengan Ujian Grading!
Bukan aku namanya, jika optimis dan pesimisnya masih beda-beda tipis dan berbuah overthinking. Sudah tau kalau sebelum tidur mesti menjauhkan diri dari gadget, tapi masih juga dilakukan. Liat postingan orang, selalu deh terpikir "Wah dia udah lanjut studi S2, aku masih gini-gini aja belum ngurus izin belajar." Belum lagi,"Dia seumuran aku, sudah menikah dan punya anak, aku kapan ya? Yang dekat denganku pun nihil, tak ada tanda-tanda." Begitu seterusnya hingga aku mengantuk dengan sendirinya dan terbangun dengan rasa tidak segar. Haha, dasar deh.
Begitulah 2021-ku, tertatih aku berjalan, merangkakpun jadi. 2021, izinkan aku setelah menepi beristirahat untuk kembali melanjutkan perjalanan. Jika diperkenankan, akankah 2021 mengizinkanku untuk menambah peran? Seperti sebagai mahasiswi dan seorang istri, misalnya... Hehe aku tak memaksa bila takdir belum berkehendak, namun jika sudah rezekinya tak bisa kutolak, kan? Semoga aku senantiasa dikuatkan dalam melangkah di setiap agenda kebaikanku. Semangat!
No comments:
Post a Comment