Sunday, 10 November 2013

SKLD 3

Sabtu, 9 November 2013
Hari ini bukanlah hari biasa. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hari yang menyenangkan karena di akhir pekan dapat melepaskan penat setelah berkuliah, bekerja, atau pun bersekolah. Sepertinya itu tak berlaku bagiku. Memang benar aku terlepas dari tugas-tugas kuliah, tetapi lepasnya aku dari cengkraman tugas-tugas ini menambah 'tugas baru" lain. Apakah itu?
Sekolah Kaderisasi Lembaga Dakwah, bisa disingkat SKLD yang merupakan proker Salam UI, ini adalah amanah baru bagiku. Awalnya aku berpikir "Kenapa sih gw harus ikut ini? Gw 'kan masih maba." Perlahan aku buang jauh-jauh pikiran itu walau masih terasa berat. Yah, aku mengawali pertemuan pertama ini dengan kurang baik karena aku datang terlambat -_- baru pertama kalinya aku datang ke tempat pertemuan SKLD di WAMY (World Assembly Muslim Youth) ckck jangan ditiru yak hehehe.
Faktanya aku hanya minoritas di antara kakak-kakak 2011, 2011, dan 2012. Mungkin mereka menganggap aku angkatan tua yang baru masuk kuliah di tahun ini kali ya? Sebelum pertemuan, para peserta diberikan tugas membuat resume dari buku Menuju Jama'atul Muslimin, Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal, dan Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (jujur aku bener-bener awam banget dengan masalah ini). Lagi-lagi aku gagal menyelesaikan tugas ini karena email yang ku kirim tidak tersampaikan...
Akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak boleh menyepelekan sekecil apapun masalah itu dan harus benar-benar di cek atau evaluasi kembali. Kembali lagi ke tugas, hari ini dipadati dengan diskusi kelompok dan penjelasan materi oleh pembicara yang sudah ahli tentunya di bidang ini. Rasanya aku seperti gelas kosong, yang tiba-tiba terisi penuh oleh hal-hal yang tidak kuketahui sebelumnya. Oh ya, di awal dan akhir sesi ada pre dan post test loh (kayak Mabit NF mampang aja :D) itu pun hanya beberapa yang jawabannya yakin benar..
Pertemuan diakhiri dengan muhasabah yang diisi oleh kakak Salam UI. Apa kata dunia, jika aktivis dakwah dalam mengerjakan tugas melakukan plagiat? Bagaimana nanti memegang amanah yang besar? Apa jadinya jika seorang pemuda Islam mengundurkan diri dari jalan dakwah ini? Bukankah itu sama saja dengan pemuda yang lari mundur dari medan perang? Aku juga ingat, suatu kebaikan dapat runtuh karena dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisasi, itu pesan satu dari seorang panitia. We'll never walk alone (mengutip jargon Liverpool FC), kita berdakwah tak hanya sendiri :)
Kira-kira begitulah pengalaman pertamaku di SKLD 3 ini. Aku memiliki kebanggaan tersendiri karena aku diberikan kesempatan sekaligus merasa tertampar sebab aku merasa amat perlu berbenah diri. Akankah aku menemui kesempatan yang sama lagi?

Wassalam.

Saturday, 9 November 2013

New Status, New Story

Huuuaaah long time no write :')
Terakhir aku menulis blog sekitar 2 tahun yang lalu (hmm cukup lama juga ya?), itu pun karena ada tugas TIK yang mengharuskan aku menulis blog oleh Ka Nico...
Dulu aku ingat sekali, 2 tahun yang lalu.. Aku hanya seorang siswi yang masih mencari jati diri, masih banyak dipenuhi kegalauan, mempunyai banyak mimpi tapi tak tau harus memulainya darimana. Ya, tepatnya kelas 11 di SMA 60 yang selalu banjir itu *eh, yang menjadi saksi bisu betapa banyaknya lika liku cerita yang ku lalui bersama teman-temanku. Entah dari segi akademis mau pun non akademis, tak aku lupakan sedikit pun itu. Aku sempat mengalami jatuh bangun hingga jatuh lagi tak bangkit-bangkit, justru itulah yang membuatku bertahan sampai sekarang, sampai aku menggapai impianku melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia. Sebuah kampus yang (katanya) menjadi pusat ilmu budaya bangsa, mungkin itu salah satu yang menjadi beban bagiku.
Aku sadar, UI bukanlah akhir dari tujuan hidupku. Seharusnya UI adalah langkah awalku menuju proses pendewasaan, menghadapi dunia nyata di masyarakat luas, yang semestinya menjadi amanah yang harus kujaga baik-baik.
Aku masih ingat, aku tak seberuntung teman-temanku yang melanjutkan kuliah melalui jalur SNMPTN undangan sehingga aku menghabiskan biaya yang sedikit untuk mengikuti tes tertulis. Itu baru permulaan. Belum lagi ketika aku memasuki dunia perkuliahan, berapa banyak subsidi pemerintah yang telah kunikmati? Berapa rupiah yang masyarakat bayar melalui pajak untuk membiayai kuliahku?
Bersyukurnya aku dapat merasakan berkuliah di kampus yang menyandang nama negara,"INDONESIA" walaupun bukan pada pilihan pertama jurusan yang kuimpikan. Namun aku yakin, sebaik-baiknya pilihanku, jauh lebih indah rencana-Nya :)
See you on the next blog!

Ini fotoku bersama teman mabitku, Fairuz, selepas wisuda akbar UI tahun 2013. Status kami masih maba yang masih disibukkan dengan berbagai kegiatan masa bimbingan hehehe. 3,5 tahun nanti saatnya aku yang diwisuda :")