Sabtu, 9 November 2013
Hari ini bukanlah hari biasa. Mungkin bagi
sebagian orang ini adalah hari yang menyenangkan karena di akhir pekan dapat
melepaskan penat setelah berkuliah, bekerja, atau pun bersekolah. Sepertinya
itu tak berlaku bagiku. Memang benar aku terlepas dari tugas-tugas kuliah,
tetapi lepasnya aku dari cengkraman tugas-tugas ini menambah 'tugas baru"
lain. Apakah itu?
Sekolah Kaderisasi Lembaga Dakwah, bisa
disingkat SKLD yang merupakan proker Salam UI, ini adalah amanah baru bagiku.
Awalnya aku berpikir "Kenapa sih gw harus ikut ini? Gw 'kan masih
maba." Perlahan aku buang jauh-jauh pikiran itu walau masih terasa berat.
Yah, aku mengawali pertemuan pertama ini dengan kurang baik karena aku datang
terlambat -_- baru pertama kalinya aku datang ke tempat pertemuan SKLD di WAMY
(World Assembly Muslim Youth) ckck jangan ditiru yak hehehe.
Faktanya aku hanya minoritas di antara
kakak-kakak 2011, 2011, dan 2012. Mungkin mereka menganggap aku angkatan tua
yang baru masuk kuliah di tahun ini kali ya? Sebelum pertemuan, para peserta
diberikan tugas membuat resume dari buku Menuju Jama'atul Muslimin, Mencari
Format Gerakan Dakwah Ideal, dan Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin (jujur
aku bener-bener awam banget dengan masalah ini). Lagi-lagi aku gagal
menyelesaikan tugas ini karena email yang ku kirim tidak tersampaikan...
Akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak
boleh menyepelekan sekecil apapun masalah itu dan harus benar-benar di cek atau
evaluasi kembali. Kembali lagi ke tugas, hari ini dipadati dengan diskusi
kelompok dan penjelasan materi oleh pembicara yang sudah ahli tentunya di
bidang ini. Rasanya aku seperti gelas kosong, yang tiba-tiba terisi penuh oleh
hal-hal yang tidak kuketahui sebelumnya. Oh ya, di awal dan akhir sesi ada pre
dan post test loh (kayak Mabit NF mampang aja :D) itu pun hanya beberapa yang
jawabannya yakin benar..
Pertemuan diakhiri dengan muhasabah yang
diisi oleh kakak Salam UI. Apa kata dunia, jika aktivis dakwah dalam
mengerjakan tugas melakukan plagiat? Bagaimana nanti memegang amanah yang
besar? Apa jadinya jika seorang pemuda Islam mengundurkan diri dari jalan
dakwah ini? Bukankah itu sama saja dengan pemuda yang lari mundur dari medan
perang? Aku juga ingat, suatu kebaikan dapat runtuh karena dikalahkan oleh
kejahatan yang terorganisasi, itu pesan satu dari seorang panitia. We'll never
walk alone (mengutip jargon Liverpool FC), kita berdakwah tak hanya sendiri :)
Kira-kira begitulah pengalaman pertamaku
di SKLD 3 ini. Aku memiliki kebanggaan tersendiri karena aku diberikan kesempatan sekaligus merasa tertampar sebab aku merasa amat perlu berbenah diri. Akankah aku menemui kesempatan yang sama lagi?
Wassalam.
