Tuesday, 19 January 2021

Dialah Sang Kapten

    Beberapa hari dalam sepekan terakhir, masyarakat tengah berduka atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada tanggal 9 Januari 2021 tujuan Jakarta-Pontianak. Bagaimana tidak mengerikan, baru 4 menit lepas landas pesawat dinyatakan hilang kontak. Setelah dilakukan pencarian, pesawat pun ditemukan jatuh di perairan laut antara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Hingga saat ini, pencarian korban masih terus dilakukan dan penyebabnya masih ditelusuri lebih lanjut. Tidak hanya kecelakaan, tetapi juga publik dikejutkan dengan gagalnya mendarat pesawat Garuda Indonesia GA 504 dan Lion Air GT 684 tujuan Jakarta-Pontianak akibat cuaca buruk. Keduanya dialihkan mendarat di Palembang dan Batam.

    Terdorong oleh rasa penasaran, aku mencari informasi lebih lanjut terkait berita tersebut. Pencarianku terhenti sejenak saat di beranda Youtube-ku muncul pemberitaan pesawat Garuda Indonesia tujuan Mataram-Yogyakarta yang mendarat darurat di anak sungai Bengawan Solo pada 16 Januari 2002. Jelas aku tidak ingat karena peristiwa tersebut terjadi saat aku di bangku kelas 2 SD. Betapa mencekamnya kubayangkan peristiwa itu, pilot Capt. Abdul Rozak dan co-pilot Capt. Haryadi Gunawan terpaksa mendaratkan pesawat karena melalui cuaca buruk disertai hujan es yang menyebabkan 2 mesin mati total. Peristiwa tersebut diabadikan melalui buku berjudul "Miracle of Flight"

    Seusai itu, pencarian Youtube-ku memunculkan berbagai rekomendasi video. Yang tidak kalah mengagetkan, aku baru mengetahui bahwa Capt. Abdul Rozak juga terhindar dari peristiwa Gempa Palu tahun 2018 setelah perjalanan pesawat tujuan Makasar-Palu. Diceritakan bahwa beliau sempat terjebak bersama 5 orang lainnya pada sebuah hotel tempat ia menginap dan terpaksa turun dari lantai 3 menuju keluar dengan bantuan selang pemadam kebakaran sebab pintu darurat sudah tidak dapat diakses. Betapa bersyukurnya beliau, dua kali diselamatkan dari marabahaya dengan pertolongan Yang Maha Kuasa. Aku menyimak video wawancara beliau, wajah beliau tenang dalam menghadapi masalah dan tutur katanya santun. Ah, ingin sekali aku belajar dari beliau untuk tenang dan tidak panik dalam situasi apapun. Beliau menyadarkan aku bahwa siap tidak siap, kematian dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Semoga tiada lagi kecelakaan dalam dunia penerbangan Indonesia.

No comments:

Post a Comment