Sunday, 17 January 2021

Terserah

 "Mau makan apa nih siang ini?"

"Terserah deh, ikut aja."

.

"Coba liat, bagus baju yang warna biru atau merah?"

"Yaa terserah, kan kamu yang mau pake, semuanya bagus."

"Sekali lagi ngomong terserah, lempar piring cantik nih!"

.

Lagi-lagi terserah. Sudah tidak asing lagi dengan kata terserah. Sedikit-sedikit terserah, apa memang sebegitunya hidupnya selalu diarahkan orang lain? Apa sulitnya membuat keputusan sendiri perkara nanti tidak disetujui orang lain?

Aku harap niatnya baik, karena menghindari bersitegang denganku sehingga ia pilih semua keputusan dikembalikan padaku. It's okay, tak masalah bagiku, Namun, bagaimana bila yang berucap ialah seorang lelaki yang pada hakikatnya sebagai pemimpin? Tidakkah berbahaya, jika mengambil keputusan tak berdasarkan pertimbangan matang, hanya karena tak ingin berbeda pendapat dengan orang lain?

No comments:

Post a Comment