Bila diberi pertanyaan "Buku apakah yang dapat mengubahmu?", maka aku perlu waktu cukup lama untuk memikirkannya Buku paspor? Buku nikah? Eits, tentu bukan itu jawabannya... Sebagai penikmat literasi, aku memiliki beberapa pilihan bacaan yang kugemari. Aku menyukai komik karena memiliki cerita bergambar, aku pun menikmati novel -dengan genre tertentu- sebab aku dapat berimajinasi dalam setiap baris cerita, serta tak ketinggalan pula aku pun menikmati buku biografi tokoh terkenal, karena aku tak jarang aku mendapat inspirasi setelah membaca biografi. Sudah tertebak 'kan, buku yang kusukai? Betul, tak jauh-jauh dari buku non fiksi.
Namun, dalam dua tahun terakhir ada satu buku yang membuatku berdecak kagum dengan penulisnya. Bukan Tere Liye, bukan pula J.K Rowlings, tetapi Kurniawan Gunadi. Mas Gun, sapaannya, merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB yang aktif menulis pada akun media sosialnya, seperti Tumblr dan Instagram. Bukunya yang berjudul Hujan Matahari, membuatku tertegun menggelengkan kepala. Sebenarnya, tak hanya itu saja. Karyanya yang berjudul Bertumbuh dan Menentukan Arah juga meninggalkan kesan mendalam. Gaya penulisannya pun sederhana dan dikuatkan dengan pemilihan diksi yang tepat. Mas Gun selalu mengajak pembacanya untuk merefleksikan diri melalui tulisannya.
Pemikiranku perlahan mulai berubah setelah aku membaca bukunya dan tulisan-tulisannya di media sosial. Seolah menjawab keresahanku pada masa quarter life crisis, beliau menamparku untuk berbenah diri menguatkan tujuan hidup tanpa harus membandingkan dengan orang lain. Garis start-nya sama berbeda, masa harus memaksakan finish di waktu yang sama? Beberapa kutipan kalimat favoritku pada buku beliau ialah:
"Matahari tidak pernah meninggalkan bumi, pada jarak yang sama selama bertahun-tahun. Matahari dan bumi adalah dua hal yang memang berlainan. Terlalu dekat membuat keduanya akan saling meniadakan. Mungkin cukup seperti ini hubungan antara matahari dan bumi. Tidak untuk saling berdekatan tetapi dengan jarak yang cukup aman untuk saling mencintai." (Hujan Matahari, hlm.19)
"Kamu tidak harus berubah. Banyak orang memaksakan diri untuk berubah, ujung-ujungnya mereka malah kembali kepada dirinya yang semula -diri yang penuh cela, diri yang ingin diganti. Namun, kamu harus bertumbuh." (Bertumbuh, hlm.xiii)
"Rupanya kamu tidak kemana-mana, justru aku yang begitu. Rupanya kamu tidak pergi, justru aku yang berputar-putar di tempat yang salah. Rupanya rumusnya demikian, ketika aku mencarimu langsung pada Yang Menciptakanmu, aku dapat menemuimu." (Menentukan Arah, hlm.30)
Itulah buku favorit yang mampu mengubahku. Bagaimana denganmu?

No comments:
Post a Comment